Lama matanya terpaku pada wajah di depan. Sesekali dia mencuri pandang tanpa sepengetahuan si empunya badan. Bila sedar tingkahnya sudah dapat dihidu dia pantas mengalih pandang. Terdengar keluhan kecil terlepas dari bibir comel itu...’Insan seperti aku seharusnya sedar diri...Mana layak pipit jika mahu dipadankan dengan sang enggang.’ Duduknya tidak lagi selesa. Hati meronta mengharapkan mesyuarat yang baru sahaja bermula itu tamat dengan kadar segera. Risau, gundah, takut....Cakaplah apa aja perasaan, semuanya datang bertandang tanpa dijemput serentak bertamu saat itu. Dia meraup wajah. Kembali mengumpul kekuatan dengan menggenggam erat pen ditangan. Tekadnya kini Cuma satu. Mahu menyelesaikan apa yang telah tertulis untuknya. Kalau boleh melakukan sesuatu dengan seikhlas hati yang jujur tanpa mengharap balas. Sungguh dia sedar, perbincangan tempoh hari mungkin telah membantu melerai ikatan minda...Tapi ternyata rupanya ikatan itu terlerai agar ia boleh mencipta ikatan baru di hati. Sungguh makin runsing jiwa dibuatnya!
This blog is basically the expression of my life. Some of the things is quite personal yet it is just me...whenever I thought that it might be something significant and meaningful to me, so here is where I share. Place where I express my thought, what I think and things I've read.
Saturday, April 2, 2011
Tuesday, March 29, 2011
Insan Bernama Kekasih
Ini tajuk lagu. One of my favourite song since I'm in form 4 if I'm not mistaken. Selalu aje terpasang di corong pembesar suara asrama. Terutama waktu giliran aku bertugas di bilik gerakan pengawas. TAPI......bila bicara soal kekasih hati, aku punya cerita sendiri. Cerita yang cuma aku yang tahu. Juga teman2 rapat yang paling aku percayai. =P Itu, biarlah rahsia...terlipat dalam sejarah hidup...juga tersimpan jauh di sudut hati. (heh xboleh blah!)
Sedang diburu kerisauan sebenarnya. Tambah pula dengan konflik diri yang tiba2 menerjah minda, membekukan hati. Sekilas aku mungkin tersenyum, riang bahagia. Namun jauh di dasar hati, ada rasa...suatu perasaan aneh yang sedang menjalar tanpa aku sendiri dapat menghalang. Rasa yang aku sendiri belum dapat kenal pasti. Namun, ada satu rasa yang aku sangat pasti. Aku sedang KELIRU dengan perasaan sendiri! Well said, "You can't control your emotion/feeling, but for sure you can control your action!" Yes I'm trying...I hope no one can't really notice it...I hope.....
Malam dingin ditemani assignment serta perasaan bersalah...aku menulis tanpa arah. Lagu UNIC buat halwa telinga...cukup buat aku berasa tenang buat seketika.
Ini....Antara lagu yang sering aku dengar saat hati dilanda resah.
Insan Bernama Kekasih
Debar hatiku membisik rindu
Ingin aku katakan
Kau gadis idaman
Adakah mungkin kau kumiliki
Ingin aku jadikan
Inasan bernama kekasih
Keayuan yang tergambar
Lukisan nur iman
Bersulamkan keindahan santun perkataan
Bagai puith salju mendinginkan hangat perasaan
Mengusir segala resah di jiwa
Kusampaikan salam ucapan mesra
dan merisik khabar berita
Masihkah ada peluang
Untukku melafazkan cinta
Umpama rembulan jatuh ke riba
Mendengar khabaran darinya
Padaku kau memendam rasa
PadaMu oh Tuhan
Kumohonkan keredaan
Nur kasih yang kudamba
Kekal hingga ke syurga
Hanya satu yang kupinta
Kebaikan darinya
Moga dipeliharakan tulus cinta kita
Agar kukuh ikatan yang murni bahagia selamanya
Dengan lafaz pernikahan yang mulia
Datanglah kasihmu dalam diriku
Menghiasi ruang hatiku
Akanku sambutnya dengan
Sujud penuh kesyukuran
Kuharap jalinan kan berpanjangan
Selagi kasih yg terbina
Kerana cinta kepadaNya
Kauku sayangi
Teman sejati
Dikaulah sesungguhnya
Insan bernama kekasih
Ingin aku katakan
Kau gadis idaman
Adakah mungkin kau kumiliki
Ingin aku jadikan
Inasan bernama kekasih
Keayuan yang tergambar
Lukisan nur iman
Bersulamkan keindahan santun perkataan
Bagai puith salju mendinginkan hangat perasaan
Mengusir segala resah di jiwa
Kusampaikan salam ucapan mesra
dan merisik khabar berita
Masihkah ada peluang
Untukku melafazkan cinta
Umpama rembulan jatuh ke riba
Mendengar khabaran darinya
Padaku kau memendam rasa
PadaMu oh Tuhan
Kumohonkan keredaan
Nur kasih yang kudamba
Kekal hingga ke syurga
Hanya satu yang kupinta
Kebaikan darinya
Moga dipeliharakan tulus cinta kita
Agar kukuh ikatan yang murni bahagia selamanya
Dengan lafaz pernikahan yang mulia
Datanglah kasihmu dalam diriku
Menghiasi ruang hatiku
Akanku sambutnya dengan
Sujud penuh kesyukuran
Kuharap jalinan kan berpanjangan
Selagi kasih yg terbina
Kerana cinta kepadaNya
Kauku sayangi
Teman sejati
Dikaulah sesungguhnya
Insan bernama kekasih
PS: All I need is a smile from someone....A smile that could make my day....
Saturday, March 26, 2011
...Dia...
Dia...
Menjagaku disegenap nadi dan ela nafasku...
Hatta...
Jantung ini masih belum gagal
Menjalankan tanggungjawab dibawah pengawasan Dia
Malah, setiap titik darah ini...
Memungkinkan aku
Untuk terus hidup
Hingga ke detik ini...
Hati ini...
Hadiah terindah dari Dia
Agar aku bisa merasa
Setiap inci kasih sayangnya...
Benar, aku mampu merasa...
Bahkan mata ini,
Membuat aku bisa melihat
Subhanallah......
Indahnya alam
Juga dibawah penguasaan Dia...
Akal ini...
Membawa aku berfikir
Untuk lebih mengenali-Nya...
Ya Rabb...
Ya Rahman....
Ya Rahim.....
Pada-Mu aku bersujud...
Tuhan semesta alam...
Kekalkan aku dalam nikmat Iman...
Kekalkan aku dalam redha-Mu Ya Allah...
Ameen Ya Rabbul Kareem...
Tuesday, March 8, 2011
.:Syukur:.
Syukur...Hasbunallah wa Niqmal wakil...
Cukuplah bagi kami Allah...Dialah sebaik-baik tempat diletakkan segala urusan.
Dalam hidup ini aku terfikir. Berapa kali sudah aku melafazkan Alhamdulillah dengan segala nikmat yang aku miliki berbanding cuba memikirkan apa lagi yang belum aku kecapi?
Sungguh manusia terutamanya insan seperti aku kadang lupa...Sungguh aku LUPA dan PELUPA...untuk mengucap syukur. Insan...an-nisyan(pelupa).
Perlukah dihitung nikmat mana yang belum aku kecapi. Sedang aku masih terlupa untuk bersyukur. Begitu banyak nikmat dalam hidup yang Dia kurniakan pada aku. Nikmat yang masih belum sempat aku panjatkan syukur.
Benar...
Para sarjana ada mengatakan bahawa kadang syukur itu lebih tinggi makamnya daripada sabar...
Kerana apa?
Bila kita mengharapkan sesuatu...Kita sanggup menanti dengan penuh sabar. Namun, bilamana kita telah mengecapi sesuatu nikmat tersebut, berapa banyak kita memanjatkan rasa syukur kepada Dia? Bahkan begitu banyak nikmat-Nya yang belum sempat aku panjatkan rasa syukur ini.
Syukur...
Kerana akal ini, aku bisa berfikir...
Kerana tangan ini, aku bisa menulis...
Kerana hati ini, aku masih bisa merasa kasih sayang-Nya...
Bahkan dengan mata, aku mampu melihat dunia...
Menilai ia melalui sudut ‘kaca mataku’ sendiri...
Dengan nikmat kaki ini aku jalan melata di muka bumi ini...
Jantung ini yang berdegup...Tidak pernah berehat walau sesaat...
Ya...demi sesungguhnya kerna kasihMu Tuhan...
Yang masih meminjamkan jantung ini buat Hamba...
Suatu ketika bilamana kita diuji...Bahkan aku sendiri tatkala diuji dengan rasa kehilangan...Hati ini merasa seolah-olah aku telah hilang segalanya dari hidup.. Aku lupa, aku lupa...Aku lupa untuk bersyukur dengan nikmat lain yang masih Allah berikan untuk aku.
“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari(nikmat Allah).”
-Surah Ibrahim(14), Ayat 34-
Terkadang kita sering meminta sesuatu. Namun terkadang juga bilamana kita berjaya memperoleh apa yang kita mahukan itu...Kita mula menyedari yang kita tidak memerlukannya...
Ingatlah...Tuhan sering memberikan kita apa yang terbaik dan yang paling kita perlukan dalam hidup...
Ya Allah..Hamba mohon jangan Engkau letakkan sedetik pun hidupku dalam genggamanku tanpa perhatianMu Ya Allah. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik tempat diletakkan segala urusan. Ameen...
...Tinta Hati...I Thought Therefore I Wrote...
Tangan cuma mahu menulis...Hati cuma melonjak ingin bicara...Akal tersentak...Apa yang harus difikirkan buat ditulis?Hurm...akhirnya ia cuma menulis apa yang terlintas di benak rasa...Tentang Cinta...
Cinta...
Tidak terhad hanya pada lelaki dan wanita...
Cinta itu fitrah hidup...
Tanpa cinta binasalah dunia...
Kerna cinta terzahirnya kasih-sayang...
Kerna cinta manusia bisa berkasih-sayang...
Hidup dalam aman damai....
Buat mereka bisa bertolak-ansur...
Fitrah cinta...bisa merubah menjadi fitnah...
Andai manusia tidak bisa menyandarkan cinta pada sang empunya segala cinta...
Namun kerna cinta juga...
Buat manusia menjadi gila...
Hilang pertimbangan...
Mereka bilang mereka sanggup berkorban apa saja kerana cinta!
Huh...korban cinta!
Apa itu yang engkau panggil cinta??
Bila sang perawan hilang kegadisannya..??
Bila si jejaka sanggup terjun dari bangunan??
Aku panggil ia kebodohan...
Owh tidak...
Bukan...mereka punya pelajaran...
Mereka cuma kurang pedoman....
Hilang pertimbangan...
Mereka LUPA menyandarkan cinta mereka kepada pemilik segala CINTA..
Mereka lupa besarnya CINTA Dia...
Mata mereka dikaburkan dari melihat CINTA itu...
Andai mereka tahu...
Andai mereka sedar...
Pastilah mereka lebih mengejar CINTA Dia berbanding cinta si dia...
“Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu,
jika hilang agama dalam dirimu maka hilanglah cintaku” (imam nawawi)
jika hilang agama dalam dirimu maka hilanglah cintaku” (imam nawawi)
Friday, February 25, 2011
Mahasiswa ke Kita Bila..........
Awal kalam..
Assalamualaikum wbt...
Pilihan Raya Universiti baru saja berlalu...Namun pilihan raya yang diadakan kali ini agak panas dengan pelbagai isu yang aku rasa tak la panas sangat sebenarnya. Teringat waktu mula-mula 'menetap' di UNIMAS. Dulu pilihan raya ke tidak sama ja...Sambutannya tidaklah semeriah macam universiti2 di Semenanjung. Malahan maaf andai aku katakan aku tidak sedikit pun merasakan bahang kehangatan sambutannya. Itu pandanganku dan rakan2 yang waktu itu masih di awal semester pengajian. "UNIMAS jer kot!" Itu kata salah seorang rakanku sewaktu kami duduk bersama menikmati kepanasan nasi goreng yang baru terhidang di meja. Ya...panas lagi nasi goreng dan tomyam yang kami order untu makan pada malam tersebut.
Mungkin keadaan masa tue macam tue sebab tak ramai yang masuk untuk bertanding...Makanya ramai yang menang tanpa bertanding. Malahan seperti tahun lepas, hal yang sama juga berlaku pada tahun ini. Beberapa calon fakulti menang tanpa bertanding. Dah la yang masuk bertanding ciput...Naknyer pulak orang len yang masuk bertanding diisytiharkan sebagai 'disqualified' la pulak atas sebab2 tertentu yang menurut aku..."Eyh boleh pulak!Skema gabak la pulak sem ni!" Hurm ada la tue sebab2 tertentu...(fikir positif...)
Situasi di UNIMAS sewaktu berkempen???hurm...siswa siswi rakan2 sekalian...saya tak akan mengulas mengenai hal2 yang hanya akan mendatangkan publisiti murahan di sini...Cukuplah mata anda melihat serta akal anda yang menilainya..
Cuma apa yang menarik minat saya adalah mengenai berita yang saya baca mengenai apa yang terjadi di Universiti Putra Malaysia(UPM) atau menurut seorang rakan saya yang juga seorang pelajar di sana...Universiti Pintu Musnah(UPM). Itu katanya...Maaf...Saya bukan mencemuh. Saya sedih! Walaupun saya bukan mahasiswa dari UPM namun apa yang terjadi ini melibatkan pelajar yang bergelar mahasiswa. Saya juga seorang mahasiswa yang masih menuntut di Universiti.
Perlu diingatkan bahawa mahasiswa merupakan individu yang dipandang tinggi oleh masyarakat. Suatu masa dahulu mahasiswa merupakan penggerak yang telah menjana revolusi kebangkitan masyarakat. Malahan siswa siswi terdahulu yang telah mendapat pendidikan dari Universiti Al-Azhar merupakan mereka yang telah menjana idea serta penggerak utama terutamanya dalam aspek keagamaan. Jika kita lihat mahasiswa merupakan golongan yang terpelajar dan berilmu. Justeru mahasiswa sebagai seorang individu yang berilmu juga adalah individu yang akan melakukan sesuatu dengan cara yang lebih matang selayaknya sebagai seorang yang mtelah mendapat pendidikan tinggi.
Tetapi apa yang berlaku pada situasi baru-baru ini adalah sebaliknya. Jujurnya sebagai seorang mahasiswa saya kesal dengan tindakan segelintir hamba Allah yang melakukan tindakan tidak matang ini. Apa tidak ada lagikah medium lain yang 'lebih matang' untuk mereka menyuarakan ketidak puasan hati mereka? Lupakah mereka pada tujuan sebenar mereka ke universiti iaitu untuk menuntu ilmu bukannya untuk mencipta 'keganasan' seperti itu. Hati saya ditimpa belas apabila membaca berita yang petugas yang bertugas mengawal pelajar ketika kejadian tersebut cedera terkena serpihan kaca. Cuba mereka bayangkan jika yang bertugas itu adalah bapa mereka. Apa mereka tidak punya rasa belas melihat bapa mereka cedera cuba mengawal keadaan 'tidak matang' tersebut daripada terus menjadi lebih teruk?Too bad....Inilah padahnya bila kita bertindak menurut emosi bukannya akal fikiran yang waras. Bertindak tanpa berfikir!
Sudahla dewasa kini banyak berita2 negatif (tak payah cakap la...semua orang tau kot) dikaitkan dengan mahasiswa. Kini sudah terang lagi bersuluh kejadian seperti ini pula berlaku. Mahasiswa terdidikkah kita apabila kita bertindak seolah-olah tidak pernah diajar cara untuk bertindak secara lebih profesional? Apa kita nak jadi macam rakyat ********* ke yang sukakan sesuatu yang bersifat ekstrem dan berbentuk keganasan?? Masih banyak lagi cara lain yang boleh kita lakukan. Malahan serasa saya 'pena' juga merupakan senjata yang lebih tajam jika dibandingkan dengan pedang. Dengan hanya menulis kita dapat mempengaruhi dan menakluk sesuatu yang lebih dahsyat tentang manusia....Minda Manusia.
Lihat, teliti dan fikirkanlah....
Sekian..
ps: Ini cuma blog peribadi...pendapat peribadi...Maaf andai terlebih2...Cuma sekadar berkongsi apa yang saya fikirkan.
Tamat jam 4.08 a.m
25 Februari 2011 (Jumaat)
Friday, January 14, 2011
::Lihat, Fikir & Zikir...Kita & Cuaca??::
Awal qalam...
Assalamualaikum wbt...
Rasanya dah lama aku tak menulis karangan dengan bahasa baku semenjak meninggalkan zaman sekolah. Sedikit sebanyak aku rasakan ‘skill’ menulis aku makin merosot..!!huhu How terrible it is. Kalau cikgu Harison lihat cara penulisan aku sekarang mesti dia kecewa...penat dia mengajar, suruh buat buku refleksi!hehe
Ok..This is not what I’m going to write about.. Now let’s look at the main point of this entry. Entah kenapa hujan yang turun membasahi bumi Sarawak tanpa henti ini menggamit akalku untuk berfikir tentang manusia. Ya..alam dan manusia.
Allah tak pernah jadikan sesuatu dalam penciptaan-Nya dengan sia2. Setiap yang Dia ciptakan pasti ada hikmahnya yang tersembunyi. Macam cuaca..Cuaca cerah memudahkan kita untuk menjalankan aktiviti harian dengan mudah. Sebaliknya jika cuaca hujan pasti ramai yang akan mengeluh. Mana taknya hujan menyukarkan kita untuk melakukan bermacam hal. Pakaian di jemuran pun tak kering dek kerana hujan.
Wait the minute...pekehal aku cuba sampaikan nih??haha...Jap nak tangkap idea jap!
Berbalik pada cerita...Allah swt berfirman dalam al-Quran yang mana ia menyebut :
Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal
(QS. Az-Zumar ; 39:21)
Dari ayat berkenan nyata hujan terkandung hikmahnya sendiri. Dengan hujan Allah tumbuhkan serta suburkan tanaman di muka bumi. Walaupun ada diantara kita yang menganggap bahawa hujan itu menyukarkan aktiviti kita namun sedarkah kita apa yang akan terjadi andai bumi diciptakan hanya dengan cuaca panas sepanjang masa tanpa hujan.
Bumi tanpa hujan akan menjadi kering kontang. Tanaman akan mati kerana tanah tidak dapat melarutkan nutrient yang terkandung dalam perut bumi. Lebih parah apabila manisia sendiri akan menderita menahan rasa haus.
Nah..lantas apa kaitan cuaca ini dengan manusia? Tidakkah kalian melihat bahawa manusia itu tidak kering dengan ujian? Kita diuji baik dalam masa senang mahupun susah. Yang kaya diuji dengan kesenangannya sementelah yang miskin diuji dengan kesusahannya. Apa yang pasti manusia itu adalah insan yang dikurniakan Allah dengan emosi dan perasaan. Seperti juga cuaca. Kadangkala panas terik, terkadang mendung bersulam hujan. Ada masa kita diuji dengan bencana seperti rebut taufan dan sebagainya.
Begitu juga emosi. Ada masa kita berasa gembira ibarat berada di langit ketujuh. Terkadang bila mana kita diuji pasti saja rasa sedih dah kecewa datang bertandang dalam hati. Tapi cuba kita fikirkan dengan positif. Rasa susah, kesedihan dan kekecewaan yang kita alami itu mungkin saja seperti hujan yang menimpa bumi. Cuaca bisa saja diselubungi mendung dan kegelapan. Tapi pada akhirnya hujan itu rupanya satu rahmat terindah buat alam. Hujan itu menyuburkan bumi, menghidupkan tumbuhan yang hamper mati malahan kadangkala Allah wujudkan pelangi sesudah hujan. Pelangi yang pasti membuatkan kita bahagia mengukir senyuman.
Seorang guru pernah berpesan kepada saya. Orang mukmin itu keadaannya sama saja baik ketika dia diberi nikmat iaitu ketika dia merasa bahagia mahupun ketika dia merasa sedih ketika Allah menimpakan ujian buatnya. Hal ini seperti sebuah dalam sebuah hadis :
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik dan tidaklah hal ini dimiliki oleh seorangpun kecuali oleh orang mukmin. Jika dia diberi kenikmatan/kesenangan, dia bersyukur maka jadilah ini sebagai kebaikan baginya. Sebaliknya jika dia ditimpa musibah (sesuatu yang tidak menyenangkan), dia bersabar, maka ini juga menjadi kebaikan baginya.”
(HR. Muslim no.2999 dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu)
Sememangnya sukar untuk mengawal emosi lebih-lebih lagi bilamana akal turut dikuasai rasa sedih. Tapi ingatkah kita akan firman Allah yang bermaksud :
“Dan sungguh akan kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang yang sabar. Iaitu orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang yang mendapat petunjuk.”
(Surah al-Baqarah, ayat 155-157)
Mungkin kita lupa kadangkala kita terlalu dilalaikan dengan segala macam benda yang mengasyikkan hingga membuat kita alpa dan lupa pada-Nya. Lantas bilamana kita diuji dengan ujian berupa kesusahan barulah kita mula tercari-cari dan memohon padanya. Jelas sesungguhnya insan itu nisyan yakni pelupa. Ujianlah sebenarnya yang membuatkan kita lebih dekat dengan Dia. Sama seperti hujan setelah kemarau yang panjang. Ujian sebenarnya menyuburkan kembali jiwa serta hati-hati manusia yang mungkin sebelumnya kering-kontang dari mengingati Tuhan-Nya.
Oleh itu, bergembiralah bilamana kamu dipilih oleh Allah untuk melalui ujian-Nya kerana itu tanda Dia menyayangimu dan mahu kamu sentiasa dekat dan mengingati-Nya.
Cuba kita hayatilah firman Allah dalam kitab-Nya yang berbunyi :
“Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi, dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di Dalam Kitab (pengetahuan kami) sebelum Kami menjadikannya; Sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu, dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu. dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. Orang-orang yang bakhil dan menyuruh manusia supaya berlaku bakhil, (akan mendapat balasan yang menghina); dan sesiapa yang berpaling (dari mematuhi hukum Allah maka padahnya tertimpa atas dirinya sendiri), kerana Sesungguhnya Allah, Dia lah Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.”
(Surah al-Hadid: 22-24)
Akhir qalam saya tinggalkan anda dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putera hamba lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan Mu,ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil pada ketentuan-Mu. Aku meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim bunga (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.” melainkan akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)? Maka Rasulullah menjawab: “Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).”
(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy, Sheikh Syua’aib al-Arnaouth menyatakan isnadnya dhaif)
Juga doa berikut :
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, belenggu hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.”
(HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu ‘anhu)
Hidup indah dan mudah bila mana kita sentiasa berfikir dan menganggap yang ia mudah dan indah...Live well or live hell, you choose!
**ps::lihat,fikir dan zikir...
Subscribe to:
Posts (Atom)











