Wednesday, January 18, 2012

Why I Hate Religion, But Love Jesus || Muslim Version || Spoken Word || ...

Good video indeed....

Worry ends when....


Because it is only through faith, that we truly remember Allah.
And because....

Those who have believed and whose hearts are assured by the remembrance of Allah . Unquestionably, by the remembrance of Allah hearts are assured.” (Qur’an, 13:28)

Tuesday, January 3, 2012

Not to Forget


Hujan lebat mencurah-curah diluar. Sudah beberapa hari tanpa menunjukkan tanda mahu berhenti. Aku di dalam kesejukan. Terasa enak sekali andai dapat menekur tidur di atas tilam empuk, memeluk teddy bear kesayangan dengan diulit selimut. Telefonku bordering tanda waktu yang sudah menginjak ke waktu Subuh. Aku matikan. Tidurku yang tadinya terganggu dek deringan alarm kini tidak lagi dipedulikan. Serentak tangan menarik selimut. Mahu kembali tidur. Beberapa minit kemudian ada insan yang menelefon. Terkejut melihat nama pemanggil…terus panggilan tersebut aku angkat. 

“Hello…dah solat belum…?” Aku tersengih bak kerang busuk di talian. 

Sebentar setelah panggilan tamat. Aku masih terbaring… Beberapa ketika sebelum aku kembali bangun. Tergesa-gesa ke bilik air mengambil wudhuk. Jam menginjak ke pukul 6.00 pagi.Kononnya mahu berpuasa tapi tak sempat sahur. Aah…redah je. Lewat tengah malam tadi perut ini sudah terisi.

Usai solat entah kenapa hati jadi sayu. Laci dibuka. Tangan mencapai tafsir al-Quran. Hati berbisik. “Siapa engkau? Pemerintah negarakah yang sibuknya hingga tak punya masa buat mencurah CINTA pada DIA? Apa 5 minit itu lama sangatkah buat engkau menatap barang satu dua kalimah serta pesanan CINTA dari DIA?” Aku termanggu sendiri di atas sejadah.

Akal menjwab, ‘Banyak caranya buat mengingat Dia. Semuanya terpulang pada diri.’ Senja menjengah menyingkap tirai malam. Langsir yang terbuka cukup luas buat aku menatap pemandangan di luar. Indah…Cuma aku, yang kurang memikir. Mungkin juga hanya berfikir tanpa berzikir. Ya Rabb…ampunkan hamba. Jangan engkau jauhkan hamba dari-Mu walau sedetik sekalipun. 


 Teringat kata-kata seorang teman ketika di zaman matrikulasi dahulu. 


“Dia beri banyak petanda buat kita berfikir. Dia juga beri banyak hal yang sepatutnya menjadi petunjuk dan hint buat kita berfikir. Buat kita selalu ingat Dia. Dia tak tinggalkan kita. Cuma kita hamba-Nya yang terkadang leka dengan hal sendiri. Cuma ingatlah, bilamana Dia banyak memberi petunjuk kepada kita tapi kita tak juga sedar… Maka sampai satu saat nanti sedarlah, kita mungkin makin jauh dan kita tak lagi sedar yang Dia juga dah jauh dari kita.”

Kata teman itu lagi.

“Bayangkan bila seseorang setiap hari mengejutkan kita untuk bangun solat subuh misalnya. Tapi seringkali kita mengambil ringan akan ajakannya dan kita lebih memilih untuk kembali tidur. Apa yang terjadi? Lama-kelamaan orang tersebut akan jarang mengejutkan kita dari tidur hingga sampai satu ketika dia tidak akan lagi datang untuk mengetuk pintu buat membangunkan kita dari tidur.”

Aku terfikir…..Hidup, begitu juga kisahnya. Tapi kita, walau bergunung dosa kasih Allah tetap ada. Dia tak lupa memberi kita udara yang kita hirup pada ketika ini. Tak putus-putus memberi nikmat degupan jantung yang berdegup setiap saat lantas membuat kita kekal hidup di atas muka bumi. 


Ya Allah Ya Rabb…Rahmat-Mu besar sekali. Alhamdulillah.
Ya Rabb…ampunkan hamba sebelum nyawa ini diambil kembali.

Monday, January 2, 2012

Something Good


::Sometimes, good things does not comes in good way or at good times. But good things will always brings happiness when the person isn't failed to see and value it::

Tuesday, December 27, 2011

Ranting

As people told...and the saying goes...
"Normal people make mistakes."
But why do I feel as if I have been tormented by the feelings of guilt?
By the sense of loneliness...
Somehow...I feel neglected
Woke up with slightly fever...again
Am I worry too much?
or is it I'm thinking too much?
Whenever I try to do something
It never turn out well
For all that happened...
The blame is on me
That's all and...full stop.


short note::Never mind I'll keep this to myself and find ways to smile and say "I'm okey."

Monday, December 26, 2011

Haiwan yang Boleh dan Haram Dibunuh Menurut Islam

Haiwan yang haram untuk dibunuh.
1. Ash-shurad
Shurad adalah burung berkepala besar dan berparuh besar, perutnya putih, punggungnya hijau, memangsa serangga dan burung kecil. Burung ini lebih besar dari burung pipit dan terkadang memangsa burung pipit.

2. Kodok/katak.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, dari Nabi saw beliau bersabda, “Janganlah kalian membunuh katak!” (Shahih, dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir [7390]).
Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Utsman r.a, “Dilarang membunuh katak dengan alasan untuk obat-obatan,” (Shahih, dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir [6971]).

3.Semut.
Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut di sini bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh, tapi sebaiknya membunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (HR Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud).
Larangan membunuh semut
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih. (Shahih Muslim No.4157)

4.Burung Hud-hud (sejenis burung pelatuk).
Burung Hud-hud adalah burung yang pernah berdialog dengan Nabi Sulaiman. Dan merupakan utusan Nabi Sulaiman yang menyampaikan surat kepada Ratu Bilqis.

5. Lebah.
Kebanyakan ulama mengatakan hukum lebah sama dengan semut dengan landasan hadist di atas, yaitu larangan membunuhnya dan larangan memakannya. Namun para ulama menerangkan bahwa larangan membunuh lebah karena menghasilkan madu yang berguna bagi manusia.
Kelima hewan ini haram dimakan. Dan semua hewan yang haram dibunuh maka memakannyapun haram. Karena tidak mungkin seekor binatang bisa dimakan kecuali setelah dibunuh.

6. Labah-labah.
Binatang penolong rasulullah  ketika berada di dalam gua Tsur yang ditemani sahabat sejatinya Abu Bakar. Di dalamnya Rasulullah beserta Abu Bakar tidak henti-hentinya berzikir dan berdoa kepada Allah. Mereka bersembunyi dari  orang-orang kafir Quraisy. Orang-orang itu kemudian mendatangi mulut gua untuk memastikan apakah benar nabi Muhammad dan Abu Bakar ada di dalamnya.
Tapi apa yang mereka dapati ketika sampai disana? di mulut gua ada sarang laba-laba yang sudah ada sebelum nabi Muhammad lahir. Di sana mereka juga mendapatkan dua ekor burung merpati. Mereka sangat yakin bahwa di dalam tidak ada orang. Dari kisah ini jelaslah peran laba-laba untuk menyelamatkan nabi Muhammad dari kejaran orang-orang kafir.

Haiwan yang harus/dianjurkan untuk dibunuh
Hewan yang membahayakan manusia dan sering hidup ditengah populasi manusia, seperti ular, kalajengking. Hewan jenis ini dianjurkan untuk dibunuh dalam kondisi apapun. Dalam sebuah hadist nabi pernah bersabda
“Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik di tanah haram maupun di tanah biasa, yaitu : ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali” (HR. Abu Daud) dalam riwayat lain disebutkan juga burung gagak.
Rasulullah s.a.w. telah bersabda,
“Barang siapa berhasil membunuh seekor cicak dengan sekali pukulan maka akan dicatat seratus kebaikan untuknya. Jika ia berhasil membunuhnya dengan dua kali pukulan, maka kebaikannya akan lebih sedikit dari yang pertama. Selanjutnya, jika ia berhasil membunuhnya dengan tiga kali pukulan, maka kebaikannya akan lebih sedikit dari yang kedua”.
Dalam haditsnya: Dari A’isyah beliau berkata:”Sesungguhnya Rasulullah menceritakan  kepada kami bahwa Nabi Ibrahim alaihissalam ketika dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrudz, tidak ada seekor hewan pun melainkan berusaha memadamkan api, kecuali cicak. Reptil ini malah meniu-niup api agar tidak padam, sehingga Rasulullah memerintahkan untuk membunuhnya” (HR: Ahmad dan An-Nasa’i)
Adapun serangga atau hewan kecil lainnya, kalau memang membahayakan atau menimbulkan malapetaka, seperti nyamuk,  hama burung, belalang, ulat dan tikus, maka boleh membunuhnya dan bahkan dianjurkan.

Larangan Menyiksa Binatang....

Sebagai menjawan pertanyaan seorang sahabat...Insyallah...
Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. Rasulullah s.a.w telah bersabda,

"Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi." (HR. al-Bukhari)

Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda,
"Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api." (HR. Abu Dawud, hadits shahih)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. pernah melintas pada seseorang yang sedang meletakkan kakinya di atas badan hewan yang mau disembelih sementara ia sedang mengasah pisaunya dan hewan itu sendiri melihat apa yang dilakukan laki-laki itu. Lalu beliau bersabda, 
"Mengapa engkau tidak asah pisaumu sebelumnya. Apakah kamu hendak mematikannya dua kali?" (Shahih, HR al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain tercantum, "Apakah kamu akan mematikannya dua kali mengapa engkau tidak mengasah pisaumu terlebih dahulu sebelum kamu membaringkannya?" (Shahih, HR al-Hakim).
Kandungan Bab:
1. Larangan menganiaya hewan yang disembelih, misalnya dengan mengasah pisau sementara hewan yang akan disembelih melihatnya. Atau menyembelihnya sementara hewan yang disembelih tersebut melihat kepada hewan-hewan lainnya.
2. Barangsiapa menyembelih hendaklah ia menyembelih dengan baik, hendaklah ia menajamkan pisau sebelum merebahkan sembelihannya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.

Firman Allah Surah Al Hijr 20 -23
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ (٢٠)

“ dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ (٢٣)

“dan Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi”


Dalam Firman Allah SWT di atas dijelaskan Allah telah menjadikan untuk manusia keperluan dan makhluk2 di bumi dan Allah lah yang memberi rezeki kepada makhluk itu di teruskan dalam Surah Al Hijr ayat 23 Allah lah yang menghidupkan dan mematikan.

Firman Allah SWT.
وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا (١١١)

“ dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang hidup kekal lagi Senantiasa mengurus (makhluk-Nya). dan Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman”


dalam ayat diatas Allah SWT senantiasa mengurus makhluknya dan merugilah orang yang melakukan kedzaliman.

Allah SWT senantiasa mengurus dan memberi rezeki pada setiap makhluk Nya. Allah SWT pulalah yang berhak menghidupkan dan mematikan Makhluk Nya.
Hanya orang zalim yang senantiasa mendahului kehendak Allah dan merekalah orang orang yang merugi. 
Sedikit tambahan lain...
Hukum membunuh semut
Dalam sebuah hadith dari Ibnu Abbas ra ia berkata; "Rasulullah SAW melarang membunuh empat macam binatang, semut, lebah, burung hudhud dan burung shurad". Hadith ini menunjukkan hukum haram membunuh empat macam binatang tersebut dan memakannya.

Islam merupakan peraturan hidup untuk segenap manusia. Di dalam Islam tidak ada suatu perkara yang terlalu diberatkan dan tidak pula sautu perkara itu sengaja diringan-ringankan tanpa alasan atau sebab tertentu yang boleh meringankannya. Semut sejenis binatang yang berada dimerata-rata tempat, jika kehadirannya menimbulkan mudarat bagi diri kita dan anak-anak, seperti gigitannya dan sebagainya, maka dibolehkan mengusirnya denga penyapu, jika ia terbunuh bukanlah perkara yang kita inginkan.

Jika ia memiliki sarang, korek dan angkatlah sarangnya itu serta buanglah ke luar rumah, setelah itu tutuplah lubang tersebut agar ia tidak membuat sarang kembali. Usaha yang kita lakukan tak lebih untuk mencari keberkatan dan mengikut sunnah Rasulullah SAW. Sebab pasti ada hikmah yang terkandung dalam larangan dan suruhan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW yang kita tidak mampu untuk memahaminya secara lebih pasti. 
Dalam sebuah kuliah oleh seorang ustaz ada menerangkan tentang cara2 untuk menangani semut...:
1. Boleh bunuh semut yg mmg telah menyerang kita. Kalau sekor, sekorlah, kalau 10, bunuhlah sebanyak yg telah menyerang kita.

2. Dia advise suruh bercakap dgn semut supaya tidak kacau/mengganggu kita.

3. Tp dia tak menganjurkan membunuh, malah ustaz tu punya attitude macam suruh biarkan saja.

4. Alasan dia, bagus semut ada rumah kita, sbb dia(semut) adalah binatang yang sentiasa berzikir. Semut suka rumah kita mungkin sbb dia suka ahli di dalam rumah tu. Macam kucing.
*Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih. (Shahih Muslim No.4157)*

5. Dia tak mengatakan berdosa kalau kita bunuh.

Apa2 pun syarat bunuh binatang tidak boleh dengan api kecuali ular.

Wallahu'alam...
Source::Daripada pelbagai sumber.