Tuesday, December 27, 2011

Ranting

As people told...and the saying goes...
"Normal people make mistakes."
But why do I feel as if I have been tormented by the feelings of guilt?
By the sense of loneliness...
Somehow...I feel neglected
Woke up with slightly fever...again
Am I worry too much?
or is it I'm thinking too much?
Whenever I try to do something
It never turn out well
For all that happened...
The blame is on me
That's all and...full stop.


short note::Never mind I'll keep this to myself and find ways to smile and say "I'm okey."

Monday, December 26, 2011

Haiwan yang Boleh dan Haram Dibunuh Menurut Islam

Haiwan yang haram untuk dibunuh.
1. Ash-shurad
Shurad adalah burung berkepala besar dan berparuh besar, perutnya putih, punggungnya hijau, memangsa serangga dan burung kecil. Burung ini lebih besar dari burung pipit dan terkadang memangsa burung pipit.

2. Kodok/katak.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, dari Nabi saw beliau bersabda, “Janganlah kalian membunuh katak!” (Shahih, dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir [7390]).
Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Utsman r.a, “Dilarang membunuh katak dengan alasan untuk obat-obatan,” (Shahih, dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir [6971]).

3.Semut.
Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut di sini bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh, tapi sebaiknya membunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (HR Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud).
Larangan membunuh semut
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih. (Shahih Muslim No.4157)

4.Burung Hud-hud (sejenis burung pelatuk).
Burung Hud-hud adalah burung yang pernah berdialog dengan Nabi Sulaiman. Dan merupakan utusan Nabi Sulaiman yang menyampaikan surat kepada Ratu Bilqis.

5. Lebah.
Kebanyakan ulama mengatakan hukum lebah sama dengan semut dengan landasan hadist di atas, yaitu larangan membunuhnya dan larangan memakannya. Namun para ulama menerangkan bahwa larangan membunuh lebah karena menghasilkan madu yang berguna bagi manusia.
Kelima hewan ini haram dimakan. Dan semua hewan yang haram dibunuh maka memakannyapun haram. Karena tidak mungkin seekor binatang bisa dimakan kecuali setelah dibunuh.

6. Labah-labah.
Binatang penolong rasulullah  ketika berada di dalam gua Tsur yang ditemani sahabat sejatinya Abu Bakar. Di dalamnya Rasulullah beserta Abu Bakar tidak henti-hentinya berzikir dan berdoa kepada Allah. Mereka bersembunyi dari  orang-orang kafir Quraisy. Orang-orang itu kemudian mendatangi mulut gua untuk memastikan apakah benar nabi Muhammad dan Abu Bakar ada di dalamnya.
Tapi apa yang mereka dapati ketika sampai disana? di mulut gua ada sarang laba-laba yang sudah ada sebelum nabi Muhammad lahir. Di sana mereka juga mendapatkan dua ekor burung merpati. Mereka sangat yakin bahwa di dalam tidak ada orang. Dari kisah ini jelaslah peran laba-laba untuk menyelamatkan nabi Muhammad dari kejaran orang-orang kafir.

Haiwan yang harus/dianjurkan untuk dibunuh
Hewan yang membahayakan manusia dan sering hidup ditengah populasi manusia, seperti ular, kalajengking. Hewan jenis ini dianjurkan untuk dibunuh dalam kondisi apapun. Dalam sebuah hadist nabi pernah bersabda
“Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik di tanah haram maupun di tanah biasa, yaitu : ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali” (HR. Abu Daud) dalam riwayat lain disebutkan juga burung gagak.
Rasulullah s.a.w. telah bersabda,
“Barang siapa berhasil membunuh seekor cicak dengan sekali pukulan maka akan dicatat seratus kebaikan untuknya. Jika ia berhasil membunuhnya dengan dua kali pukulan, maka kebaikannya akan lebih sedikit dari yang pertama. Selanjutnya, jika ia berhasil membunuhnya dengan tiga kali pukulan, maka kebaikannya akan lebih sedikit dari yang kedua”.
Dalam haditsnya: Dari A’isyah beliau berkata:”Sesungguhnya Rasulullah menceritakan  kepada kami bahwa Nabi Ibrahim alaihissalam ketika dilemparkan ke dalam api oleh Raja Namrudz, tidak ada seekor hewan pun melainkan berusaha memadamkan api, kecuali cicak. Reptil ini malah meniu-niup api agar tidak padam, sehingga Rasulullah memerintahkan untuk membunuhnya” (HR: Ahmad dan An-Nasa’i)
Adapun serangga atau hewan kecil lainnya, kalau memang membahayakan atau menimbulkan malapetaka, seperti nyamuk,  hama burung, belalang, ulat dan tikus, maka boleh membunuhnya dan bahkan dianjurkan.

Larangan Menyiksa Binatang....

Sebagai menjawan pertanyaan seorang sahabat...Insyallah...
Kita tidak diperbolehkan menyiksa binatang dengan cara apa pun, membuatnya kelaparan, memukulinya, membebaninya dengan sesuatu yang ia tidak mampu, menyiksa atau membakarnnya. Rasulullah s.a.w telah bersabda,

"Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati. Maka dari itu ia masuk neraka gara-gara kucing tersebut disebabkan dia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum di saat mengurung nya, dan dia tidak membiarkannya (melepaskannya) supaya memakan serangga di bumi." (HR. al-Bukhari)

Dan ketika beliau melewati sarang semut yang telah dibakar, beliau bersabda,
"Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api selain Rabb (Tuhan) pemilik api." (HR. Abu Dawud, hadits shahih)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, ia berkata, Rasulullah saw. pernah melintas pada seseorang yang sedang meletakkan kakinya di atas badan hewan yang mau disembelih sementara ia sedang mengasah pisaunya dan hewan itu sendiri melihat apa yang dilakukan laki-laki itu. Lalu beliau bersabda, 
"Mengapa engkau tidak asah pisaumu sebelumnya. Apakah kamu hendak mematikannya dua kali?" (Shahih, HR al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain tercantum, "Apakah kamu akan mematikannya dua kali mengapa engkau tidak mengasah pisaumu terlebih dahulu sebelum kamu membaringkannya?" (Shahih, HR al-Hakim).
Kandungan Bab:
1. Larangan menganiaya hewan yang disembelih, misalnya dengan mengasah pisau sementara hewan yang akan disembelih melihatnya. Atau menyembelihnya sementara hewan yang disembelih tersebut melihat kepada hewan-hewan lainnya.
2. Barangsiapa menyembelih hendaklah ia menyembelih dengan baik, hendaklah ia menajamkan pisau sebelum merebahkan sembelihannya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.

Firman Allah Surah Al Hijr 20 -23
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ (٢٠)

“ dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya.

وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ (٢٣)

“dan Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi”


Dalam Firman Allah SWT di atas dijelaskan Allah telah menjadikan untuk manusia keperluan dan makhluk2 di bumi dan Allah lah yang memberi rezeki kepada makhluk itu di teruskan dalam Surah Al Hijr ayat 23 Allah lah yang menghidupkan dan mematikan.

Firman Allah SWT.
وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا (١١١)

“ dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang hidup kekal lagi Senantiasa mengurus (makhluk-Nya). dan Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman”


dalam ayat diatas Allah SWT senantiasa mengurus makhluknya dan merugilah orang yang melakukan kedzaliman.

Allah SWT senantiasa mengurus dan memberi rezeki pada setiap makhluk Nya. Allah SWT pulalah yang berhak menghidupkan dan mematikan Makhluk Nya.
Hanya orang zalim yang senantiasa mendahului kehendak Allah dan merekalah orang orang yang merugi. 
Sedikit tambahan lain...
Hukum membunuh semut
Dalam sebuah hadith dari Ibnu Abbas ra ia berkata; "Rasulullah SAW melarang membunuh empat macam binatang, semut, lebah, burung hudhud dan burung shurad". Hadith ini menunjukkan hukum haram membunuh empat macam binatang tersebut dan memakannya.

Islam merupakan peraturan hidup untuk segenap manusia. Di dalam Islam tidak ada suatu perkara yang terlalu diberatkan dan tidak pula sautu perkara itu sengaja diringan-ringankan tanpa alasan atau sebab tertentu yang boleh meringankannya. Semut sejenis binatang yang berada dimerata-rata tempat, jika kehadirannya menimbulkan mudarat bagi diri kita dan anak-anak, seperti gigitannya dan sebagainya, maka dibolehkan mengusirnya denga penyapu, jika ia terbunuh bukanlah perkara yang kita inginkan.

Jika ia memiliki sarang, korek dan angkatlah sarangnya itu serta buanglah ke luar rumah, setelah itu tutuplah lubang tersebut agar ia tidak membuat sarang kembali. Usaha yang kita lakukan tak lebih untuk mencari keberkatan dan mengikut sunnah Rasulullah SAW. Sebab pasti ada hikmah yang terkandung dalam larangan dan suruhan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW yang kita tidak mampu untuk memahaminya secara lebih pasti. 
Dalam sebuah kuliah oleh seorang ustaz ada menerangkan tentang cara2 untuk menangani semut...:
1. Boleh bunuh semut yg mmg telah menyerang kita. Kalau sekor, sekorlah, kalau 10, bunuhlah sebanyak yg telah menyerang kita.

2. Dia advise suruh bercakap dgn semut supaya tidak kacau/mengganggu kita.

3. Tp dia tak menganjurkan membunuh, malah ustaz tu punya attitude macam suruh biarkan saja.

4. Alasan dia, bagus semut ada rumah kita, sbb dia(semut) adalah binatang yang sentiasa berzikir. Semut suka rumah kita mungkin sbb dia suka ahli di dalam rumah tu. Macam kucing.
*Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Rasulullah saw. bahwa seekor seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Nabi tersebut lalu memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu kepadanya: Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih. (Shahih Muslim No.4157)*

5. Dia tak mengatakan berdosa kalau kita bunuh.

Apa2 pun syarat bunuh binatang tidak boleh dengan api kecuali ular.

Wallahu'alam...
Source::Daripada pelbagai sumber.

Saturday, December 17, 2011

Note

Hadiah yang indah bagi seorang wanita, bukan coklat atau teddy~ Tapi hadiah masuk meminang dari seorang lelaki. Hadiah menjadikan dia serikandi. Bukan sekadar hiasan yang dibawa kesana kemari...

-Repost from someone-

This is when I start to think about something.....something only I know...(haha!) ok...bukan pasal kawen or seangkatan dengannya...pasal lain...
There is something that keeps bothering me in this few days...
Fikir banyak sangat sampai demam2...
=(

Saturday, December 10, 2011

Beza...Aku & Dia

Currently I’m very busy with tons of assignments…ya walla walla eh (making sounds)Back to the purpose of why I am writing this….(forget to mention, recently my English is going worst…day by day…haaa I wonder how can I improve my English again…aa bahasa melayu pun sama!)
Malam tadi aku ke rumah kawan sekumpulan (for group assignment) bersama dengan seorang lagi rakan. Sebelum ke sana (kolej adala) kami singgah ke kafe yang berlatar belakangkan pemandangan tasik bagi menjamu perut yang sedang bermesyuarat kelaparan. Seingat aku sudah hampir setahun aku tidak menjejakkan kaki ke sana andai perut terasa ingin menjamu selera. Destinasiku Cuma kafe di dalam kolej atau specifically, bawah apartmentku sahaja. Namun hari ini, alang2 ke tempat yang kononnya jauh dan alang2 kafe tersebut baru sahaja kembali beroperasi setelah mengalami process renovation (makin cantik!! And exclusive) maka kami pun menyinggah untuk berubah angin.
Senyuman terukir indah tatkala kaki melangkah masuk ke bangunan baru café tersebut. Kagum dengan binaan serta keindahan sekeliling hasil gabungan alam dan konsep harmoninya. Malangnya masih banyak gerai yang belum beroperasi. Mungkin sahaja kerana ianya masih baru. Selesai mengambil order, kami tercari2 kedai yang menjual minuman. Malangnya tidak ditemui. Aku hanya terpandangkan sebuah gerai yang menjual wafer dan ice blended. Tanpa berlengah, temanku mengajak aku membeli minuman di kedai tersebut.
Tiba di hadapan kedai tersebut, kami disambut mesra dengan senyuman oleh si pemilik gerai. Lagaknya juga tampak sopan dan formal dengan tangan di belakang dan struktur tubuh yang ditegakkan. Aku memandang kesegenap ruang kedainya. Mencari andai kedai tersebut ada menjual minuman yang ‘berbancuh’ seperti teh tarik. Aku kepingin mahu memenuhi hasrat inche perut untuk meneguk teh tarik. Malangnya tak ada! Yang ada Cuma jus buah2an dalam botol yang sedia untuk siap dibancuh dan harganya RM2.50!wuuu bocor poket~
Aku dan kawanku menanti dengan penuh tabah…ya…begitu tabah. Kesabaran kami teruji sedikit apabila saudara yang empunya kedai itu Cuma seorang pada ketika itu dan pelanggannya hanya kami berdua namun pergerakannya kelihatan agak lambat walaupun pada penglihatanku dia agak cekap. Rakanku yang bosan menanti dengan perut yang lapar mula merungut kecil dan beralih ke gerai sebelah untuk melihat menu makanan sampingan buat menjamah perut dikala malam nanti sambil menyiapkan assignment. Maka tinggallah aku masih setia menanti di gerai tersebut.
Aku memerhatikan pergerakannya sekali lagi. Memerhatikan setiap titik air yang mengalir ke dalam cawan. Nah, order kami dah siap! Serentak dengan itu juga aku tersentak! I was like…………….startled! aku salah memandang ke? Err..No I was not wrong…Astaghfirullahal ‘azim…. Aku lantas mengucap panjang tatkala minda kembali ke  alam realiti. Tangannya tidak sempurna…atau dalam kata lain yang tak mampu aku sebutkan dengan lisan…cacat.  Dia tidak punya jari-jemari. Walau dengan kekuranga yang dimiliki, dia mampu!
Mampu untuk mencari berdiri di atas kaki sendiri. Mampu untuk berjuang, berusaha denga titik peluh dan daya upaya sendiri demi mencari sekelumit rezeki di bumi Tuhan. Aku?? Hanya mampu merungut tatkala gagal melakukan sesuatu malah meletakkan kesalahan atas kekurangan sesuatu yang lain dengan menyatakan yang ia terlalu susah untuk aku laksanakan. Dia…??orang tadi…dia tidak meyerah walau dengan  kekurangan yang dimilikinya. Ya Allah…aku jadi malu padaMu…Sungguh…..Siapalah hamba disbanding dengan dia.
Allah jadikan aku terlalu sempurna. Sempurna dengan adanya sepasang kaki dan tangan yang cukup sifatnya buat membantu aku untuk survival di atas muka buminya. Akal untuk melaksanakan apa yang tak terjangkau dilakukan oleh makhluk yang dinamakan binatang. Sepasang mata buat melihat bukti kekuasaan-Nya. Deria yang diberikan untuk merasakan sendiri apa yang telah Dia kurniakan pada hamba-Nya. Lalu nikmat manakan lagi yang hendak aku dustakan? Nikmat manakah lagi yang hendak aku nafikan? Tidak bersyukurkah aku?
Terus minda membawa aku kembali kepada timbunan assignment  yang menanti untuk disiapkan dalam masa terdekat. Allah takkan hadirkan sesuatu yang kita sendiri tidak mampu untuk pikul. I need to move! Ya Allah syukur atas ibrah ini. 

Gambar ni amat2 menyentuh hati!!

Nota kecik: Terkadang penting jugak kita membandingkan diri dengan insan lain. Jangan bandingkan kelebihan kita dengan sesuatu yang lebih lemah. Itu bias membuat kita angkuh. Jangan pula membandingkan kekurangan diri dengan insan yang lebih hebat. Itu bias menjadikan kita insan yang tidak tahu bersyukur. Wallahu’alam..

Friday, December 9, 2011

Don’t ever use someone’s past against them. You’re just reminding them of the mistakes they made back then.

If you watch their facial expression carefully, then you’ll see the hurt in their eyes as they reminisce everything that happened.

Never use emotion as a weapon, it strikes deeper than you can imagine.